I Learn And I'll Share

Selasa, 09 Juni 2009

Legenda Masamune dan Muramasa

Hari itu mungkin hari yang tak akan terlupakan untuk dia. Hari di mana dia akan merubah total salah satu falsafah hidupnya, “Samurai maupun Pembuat pedang adalah sama, mereka adalah pembunuh.” Suatu falsafah hidup yang sangat tak lazim dimiliki oleh orang yang bertempat tinggal di provinsi Sagami. Provinsi di mana para penduduknya sangat tergila-gila pada pedang. Penduduk yang sangat mengerti akan pentingnya keindahan bentuk suatu pedang. Maklum saja, di sana memang tinggal salah seorang Pembuat pedang terbaik di Jepang.

Suasana di Jepang sendiri sangat kacau saat itu. Tentara Mongol telah menyerang mereka dua kali. Serangan itu sendiri telah mengakibatkan kerusakan yang cukup parah di bagian utara dari pulau Kyushu. Hal ini memicu pemerintah Jepang untuk mempersiapkan pasukan Samurai. Mereka dibekali pemerintah Jepang dengan baju dan topi baja. Mereka pun mencari-cari tachi (yang biasa kita sebut dengan pedang) karya Pembuat pedang. Hal inilah yang membimbing pada kebutuhan pembuatan pedang panjang yang indah dan hebat pada era ini. Karena itulah orang-orang mulai mempersiapkan diri untuk menjadi seorang samurai.

Semua orangkah? Tidak! Tidak semuanya! Hiromitsu sama sekali tak ingin menjadi seorang samurai. Hiromitsu bahkan sangat membenci pedang. Tak pernah terbersit sedikit pun dalam pikirannya untuk menjadi seorang samurai bahkan untuk menyentuh pedang seklai pun. Apa yang dilakukannya hanyalah berdagang. Suatu pekerjaan yang justru tak lazim dilakukan di masa ini. Namun, Hiromitsu sama sekali tidak peduli.

Hiromitsu adalah seorang pemuda yang berpenampilan kurus dan agak semerawut. Dalam kesehariannya, dia hampir selalu mengenakan Suo (sejenis nama kimono) yang bagus. Bisa jadi ini berhubungan dengan barang yang dia dagangkan. Dia memang berdagang pakaian. Rata-rata yang dia dagangkan adalah suikan (pakaian untuk samurai). Setidaknya hal inilah yang dia sukai dari banyaknya samurai di Sagami. Dagangannya memang laku keras di wilayah ini.

Bagi Hiromitsu pedang itu adalah tajam. Dan tajamnya dapat melukai siapa saja yang menyentuhnya. Hiromitsu sangat membenci peperangan. Hiromitsu tak mau melukai siapa pun. Karena itulah Hiromitsu tak mau menjadi seorang samurai. Hiromitsu pun tak mau menjadi seorang Pembuat pedang. Dia pun tak peduli akan keberadaan beberapa Pembuat pedang hebat yang bermukim dekat tempat tinggalnya.

Namanya Masamune Okazaki. Atau, bisa juga kau sebut Goro Nyudo Masamune (pendeta Goro Masamune). Dia adalah Pembuat pedang termahsyur saat itu. Ada yang mengatakan kalau Masamune membuat pedang yang terbuat dari baja dengan 4,194,304 lapis. Suatu angka yang sangat mencengangkan tentunya. “Siapa peduli?” Mungkin itulah yang akan dikatakan Hiromitsu saat mengetahuinya.

Hal itu itu bukanlah hal yang luar biasa bagi Hiromitsu. Bagi dia, Masamune hanyalah seorang pembunuh. Masamune telah membuat pedang yang akan digunakan untuk saling membunuh. Bagi dia Masamune, maupun Pembuat pedang lainnya, bukanlah seseorang yang patut dihormati.

“Kau tahu kan kalau nanti akan ada suatu pertunjukan yang hebat! Muramasa akan menantang Masamune!” Tak bisa dibayangkan bagaimana kalau mereka saling unjuk kebolehan.” Ucap Akihiro, sahabat Hiromitsu, saat datang membeli dagangan Hiromitsu.

Akihiro bertubuh cukup besar. Setidaknya lebih besar daripada Hiromitsu. Dalam kesehariannya dia mengenakan ki nagashi (pakaian kimono santai sehari-hari) biru tua. Sepertinya, dia memang hanya mempunyai warna itu di rumahnya. Dia adalah teman kecil dari Hiromitsu. Mereka selalu bermain bersama. Bagi Hiromitsu sendiri Akihiro lebih dari sekedar teman. “Akihiro adalah saudaraku” Begitulah Akihiro di mata Yosimitsu. Persahabatan yang terjalin sejak kecil telah membuat mereka memiliki suatu ikatan batin. Mereka saling mengerti satu sama lain. Mengerti satu sama lainkah? Sepertinya Samurai dan Pembuat pedang adalah pengecualian untuk itu.

“Begitu pentingkah? Kurasa itu bukan hal yang menarik. Aku sama sekali tak tertarik melihat dua orang “pembunuh” saling adu keahlian bagaimana mampu “membunuh.” Balas Hiromitsu.
“Bagaimana kau menyebut mereka sebagai “pembunuh”? Mereka telah ikut berjuang dengan membantu mebuatkan pedang untuk para samurai. Tidak sepertimu yang hanya berdagang setiap hari dan tak pernah peduli akan perjuangan para samurai,” Sindir Akihiro.
“Justru itulah. Mereka membuatkan pedang untuk membunuh bukan? Mereka membantu para samurai untuk membunuh. Bagiku mereka sama saja saja seperti para samurai. Mereka pembunuh,” Balas Hiromitsu.
“Mengapa dari dulu kau tak pernah berubah? Selalu saja menganggap para samurai sebagai pembunuh? Tanpa mereka, kita semua pasti sudah dijajah oleh tentara Mongol,” Jawab Akihiro.
“Dengan adanya mereka juga maka pembunuhan akan sering terjadi. Kau tak lihat bagaimana Muramasa itu? Tak lihat bagaimana dia begitu sombong akan pedang buatannya. Pedangnya itu bahkan sudah dikenal sebagai pedang “haus darah.” Pedang buatannya seolah-olah akan terus mencari korban untuk dibunuh. Kebetulan saja sekarang sedang perang, makanya mereka dianggap sebagai pahlawan. Aku yakin sebenarnya apa yang ada dalam pikiran mereka hanyalah membunuh. Tidakkah kau lihat bagaimana Muramasa menghias pedangnya sedemikian rupa hingga menjadi indah? Aku tak mengerti apa yang ada dalam pikirannya. Mengapa ia senang sekali menghias suatu pedang?” Heran Hiromitsu.
“Mungkin kau benar mengenai Muramasa. Aku juga tak menyukainya. Tapi hal itu tidak berlaku untuk Guru Masamune. Dia orang baik. Apakah karena prasangkamu terhadap Muramasa kau jadi tak bersikap ramah terhadap Masamune setiap kali menemuinya di kuil?” Kata Akihiro meyakinkan Hiromitsu.
“Mungkin juga. Dan, aku rasa pendapatku memang benar. Bagiku setiap Pembuat pedang sama saja. Tak jauh berbeda dengan Muramasa.” Tegas Hiromitsu.
“Bagaimana kalau kau melihat pertunjukan nanti sore? Kalau kau ikut aku akan memborong semua daganganmu. Percayalah!” rayu Akihiro.
“Serius?”
“Ya!”
“Baiklah aku akan melihatnya. Tapi aku tak janji pandanganku terhadap mereka akan dapat berubah nanti.”
“Baiklah.”

Hari pun mulai sore. Hiromitsu menutup tokonya. Dia bersiap-siap untuk berangkat melihat pertunjukan akbar itu. Sebelum berangkat dia mengisi perutnya dengan makanan kesukaannya, genmodoki. Lalu dia pun mengenakan suo yang biasa dia kenakan. Dia lalu menunggu Akihiro karena mereka memang janji untuk datang bersama-sama.

Tak lama kemudian Akihiro datang. Ia mengenakan Suo terbaiknya. Suo berwarna putih. Jarang sekali sebenarnya Suo yang berwarna cerah. Hm…Ternyata tidak hanya warna biru tua saja yang dimilikinya. Hiromitsu sendiri heran dengan sikap Akihiro. “Memangnya kita akan menghadiri suatu festival?” Begitulah tanya Hiromitsu.

Sepanjang perjalanan mereka banyak berbincang-bincang. Bincangan mereka tak jauh-jauh dari Samurai dan Pembuat pedang. Sepanjang perjalanan mereka melihat banyak Samurai. Tampaknya pertunjukan nanti akan dipenuhi penonton.

Akhirnya mereka tiba di tempat pertunjukan. Di hadapan mereka kini telah berdiri dua orang Pembuat pedang yang legendaris. Sungguh pemandangan yang jarang disaksikan. Suasana hening pun terpecahkan dengan suara Muramasa yang lantang.

“Sekarang aku akan tunjukkan pada kalian bagaimana kehebatan dari pedangku, Juuchi Fuyu!”

Muramasa mulai menancapkan pedang buatannya di sungai. Dia memperlihatkan kepada penduduk betapa tajam pedangnya. Pedangnya memotong segala benda yang melaluinya. Pedang itu seperti membelah arus air sungai. Pedang itu memotong ikan dan daun mati di sungai menjadi dua. Bahkan, angin yang berhembus pun sepertinya ikut terbelah.

Semua mata takjub akan pemandangan ini. Mereka tak berhenti memuji kemampuan dari Muramasa. Pedang itu memotong begitu sempurna setiap benda yang dilaluinya. Hiromitsu sendiri tak dapat menutupi rasa kagumnya. Bukan kagum akan hal yang baik tentunya. Hiromitsu hanya kagum akan kemampuan pedang itu memotong. Tak lebih dari itu. Sebaliknya, Hiromitsu semakin yakin apa yang diyakininya benar. “Pedang memang benar-benar senjata yang hanya akan melukai,” gumamnya dalam hati.

“Kau lihat itu , Masamune? Kau lihat akan kehebatan pedangku! Sekarang, giliran kau yang memperlihatkan kemampuan pedangmu!” tantang Muramasa memecah keheningan.

Segera saja Masamune menancapkan pedang buatannya, Yawaraka-Te, ke dalam sungai. Semua mata pun menantikan apa yang akan terjadi. Apakah pedang Masamune akan meampu berbuat lebih hebat? Apakah pedang ini bisa memotong batu yang ada di sekitarnya hingga ia sulit ditancapkan?

Kemudian, semua orang terkejut. Pedang buatan Masamune tak dapat memotong apa pun. Dai tak bisa memotong daun mati dan ikan yang berenang mendekatinya. Daun dan Ikan tersebut hanya mengalir begitu saja di samping pedang tanpa menyentuhnya. “Ada apa ini? Apa yang salah? Apakah Masamune telah kehilangan keahliannya?” kira-kira begitulah pertanyaan orang-orang yang menyaksikannya, termasuk Hiromitsu.

Di tengah keheranan itu salah penduduk maju. Dia menjelaskan apa yang dilihatnya setelah memberi salam kepada dua orang ahli itu, “ Pedang yang pertama memang pedang yang sangat bagus dilihat dari sudut pandang mana pun. Namun, pedang itu haus darah, pedang setan. Dia tidak peduli siapa pun atau apa pun yang akan dipotong. Mungkin dia akan dapat memotong Kupu-kupu seperti halnya memenggal beberapa kepala. Namun, pedang kedua sebenarnya pedang yang lebih baik. Dia tak akan memotong siapa pun atau apa pun yang tidak berdosa!”

Pernyataan itu meresap ke dalam kalbu Hiromitsu. Dalam sekejap Hiromitsu merasa apa yang dipikirkannya selama ini adalah salah. Tidak semua Samurai maupun Pembuat pedang adalah orang jahat. Rasa ini begitu membuncah dalam kalbunya. Dia merasa bersalah karena telah menganggap semua Samurai maupun Pembuat pedang sama. Sam-sama haus akan darah.

Jack The Ripper

Sebenarnya kasus-kasus pembunuhan (serial murder) yang dilakukan oleh Jack the Ripper , hampir tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan sejarah serial murder yang pernah ada seperti Elizabeth Bathory. Namun, yang membuat kasusnya menjadi sangat populer adalah karena adanya suasana mistis yang meliputi kasus ini.

Gambaran bahwa seorang berjubah hitam yang muncul dari kabut, mencabut nyawa korbannya dengan cepat lalu menghilang di kegelapan. Dan dia tak pernah tertangkap atau terungkap.

Pada saat kasus itu muncul,sebenarnya nama Jack The Ripper bahkan belumada. Namun media dan kepolisian banyak menerima surat. Ada yang mencoba memberi saran, ada yang mencoba memberi tahu identitas pelaku dan sebagainya. Sampai suatu hari ada surat yang berasal dari seseorang yang mengaku sebagai pelaku dari semua rentetan kasus pembunuhan sadis itu. Dan di bawahnya tertulis nama Jack The Ripper.

Awalnya surat tersebut tidak diperhatikan , karena memang banyak surat seperti itu sebelumnya. Namun tak lama kemudian muncul lagi satu surat yang dianggap dari orang yang sama (karena gaya tulisan, bentuk tulisan dan sebagainya) dandibawahnya juga tertulis nama Jack The Ripper. Sejak saat itu, polisi dan masyarakat menyebut pelaku kasus itu dengan nama Jack The Ripper. Salah satu kalimat dalam surat itu adalah “They say I’m a doctor…hahahaha….”.
Alasan kenapa kepolisan mulai mempercayai surat itu adalah karena Jack menyatakan akan mengirimkan potongan telinga salah satu korbannya. Salah seorang korban yang ditemukan polisi memang kehilangan telinganya. Namun kiriman ini tidak pernah ada.

Yang ada berikutnya adalah kiriman selembar surat serta potongan ginjal manusia yang telah diformalin. Surat itu tidak lagi ditulis dengan nama pengirim Jack, tapi ‘From Hell’ (lihat gambar 2). Dari kata inilah judul film From Hell diambil. Apakah surat ketiga ini memang dari orang yang sama atau orang lain, kenyataannya juga tak pernah terungkap. Fakta-fakta seperti inilah yang akhirnya membuat Jack The Ripper menjadi legenda. Sepanjang tahun ini, genaplah tempo 119 tahun tragedi terjadinya salah satu kasus pembunuhan berantai paling mengerikan dalam sejarah yang dilakukan oleh seorang “devil” yang dijuluki Jack The Ripper™ di bagian Timur London, England. Sepanjang tempo satu abad, misteri yang menyelubungi kasus pembunuhan brutal itu masih menjadi sebuah tanda tanya yang belum berhasil terjawab. Ada beberapa sebab yang menjadikan “Jack The Ripper” dijuluki sebagai lagenda kejahatan dalam sejarah , yaitu selain sang pelaku-nya yang masih misterius hingga saat ini , corak kejahatan yang dilakukannya juga sangat mengerikan dan brutal!! korban-korbannya disembelih, ditikam, tubuh dibelah dan organ-organ dalam-nya dikeluarkan.Arrrrggggghhhhhhhh……

Sebenarnya ,mangsa Jack The Ripper yang kerap juga dijuluki ˜Pembunuh Whitechapel™ hanyalah lima orang pelacur , walaupun ada pendapat yang mengatakan jumlahnya bisa lebih daripada itu.Dan semua kegiatannya itu ia lakukan hanya dalam jangka waktu 3 bulan saja.

Tapi , bagaimanapun juga kekejaman dan misteri pembunuhnya menjadikan kasus pembunuhan berantai ini sangat popular hingga saat kini. Banyak pertanyaan bermunculan dari kasus ini.
Siapakah sebenarnya sang pembunuh berantai dibalik julukan “Jack The Ripper” itu? dan mengapa ia hanya membunuh selama tiga bulan serta lima mangsa saja? Mengapa semua korbannya adalah pelacur? Apa tujuannya membunuh dengan kejam serta mengapa dia akhirnya menghentikan kegiatan itu? Tidak banyak petunjuk konkrit yang didapatkan untuk menelusuri jejak sang pembunuh . Jack the Ripper digambarkan sangat mahir “memainkan” pisau-pisau mematikannya, mempunyai pengetahuan anatomi tubuh manusia yang cukup baik, serta penguasaan teknik membedah dan memotong bagian-bagian tubuh manusia dengan sangat sempurna.
Yang bisa dikatakan lebih hebat lagi , semua pembataian itu ia lakukan ditengah gelap-nya malam , boleh dibilang tanpa penerangan yang cukup.
Segala misteri itu bermula pada tanggal 31 Agustus 1888 . Sekitar pukul 4.00 dini hari waktu setempat , seorang penduduk menemui mangsa pertama sang “devil” yaitu Mary Ann Nichols, 42, di Whitechapel, East End.

Mayat wanita malang itu ditemukan oleh seorang penduduk setempat dalam keadaan tewas mengenaskan .Bahkan beberapa polisi yang datang ke TKP juga cukup tekejut ketika melihat kondisi mayat. Dokter yang memeriksa mayat tersebut mendapati sebagian tubuhnya masih panas , ini menunjukkan mungkin wanita ini dibunuh kurang lebih sekitar setengah jam sebelum jasad-nya ditemukan. Terdapat kesan sayatan benda runcing pada rahang kiri korban , selain itu diperkirakan perutnya juga dibelah menggunakan pisau panjang bergerigi , serta terdapat banyak luka tikaman pada beberapa bagian tubuh yang lain. Polisi tidak banyak memiliki petunjuk mengenai kasus pembunuhan ini , kerana tidak ada saksi yang melihat atau mendengar suara teriakan korban pada malam kejadian. Selain itu tidak ditemui juga ada-nya senjata tajam yang ditinggalkan sang pelaku di TKP.

Pada 6 Agustus 1888 sebelum kasus pembunuhan Mary, seorang pelacur lainnya, Martha Tabram, 39, ditemui tewas di George Yard dengan luka tikaman benda tajam sebanyak 39 kali pada leher dan bagian kemaluan.
Dari hasil autopsi terhadap jasad wanita itu , didapati leher sang korban turut digorok dan perutnya dibelah. Beberapa pihak berpendapat , pembunuhan Martha merupakan salah satu “hasil karya” Jack The Ripper. Sehingga banyak spekulasi mengatakan bahwa Martha merupakan korban pertama dari rentetan kasus pembunuhan berantai ini.
Delapan hari selepas kematian Mary , penduduk Whitechapel kembali di-gemparkan oleh penemuan sesosok mayat wanita. kali ini menimpa seorang pelacur, Annie Chapman , ia juga ditemukan tewas dalam keadaan mengenaskan

Ahli bedah forensik mengatakan bahwa Annie tewas dua jam sebelum jasadnya ditemukan . Mereka juga mendapati sebagian kulit perut Annie dibedah , tulang rusuknya dipotong-potong , isi perut dan organ-organ seperti jantung dikeluarkan dan diletakkan di bahu sang korban. Edannya lagi , sebagian kemaluannya juga dipotong!! Beberapa saksi mengatakan melihat Annie sedang bercengkrama dengan seorang lelaki yang memiliki ciri-ciri berkulit gelap, memakai topi pemburu rusa dan berjubah hitam pada jam 5.30 pagi.
Keterangan para saksi yang turut merujuk kepada “orang asing”, membuat polisi menyimpulkan pembunuh adalah pendatang Yahudi dan menimbulkan sentimen di kalangan penduduk pribumi.
Seorang Yahudi, John Pizer yang turut dikenali ‘Apron Kulit’ ditahan , namun ahirnya ia dibebaskan karena ia tak terbukti bersalah dan tidak terkait dengan kasus pembunuhan tersebut.
Mangsa ketiga dan keempat Jack the Ripper ditemukan pada hari yang sama yaitu 30 September 1988. Kali ini korbannya adalah Elizabeth Stride, 45. Ia ditemui tewas berlumuran darah di Dutfield Yard kira-kira pukul 1.00 pagi dengan bekas cekikan dileher dan disinyalir ia mati kurang lebih 30 menit sebelum jasadnya ditemukan. Pada malam itu pula, polisi sekali lagi dikejutkan dengan penemuan mayat yang juga ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan , kira-kira 1.6 kilometer dari lokasi penemuan mayat Elizabeth.
Korban kedua di hari itu adalah Catherine Eddowes, 46. Ia juga ditemukan dalam keadaan tewas berlumuran darah , ada bekas cekikan di lehernya, tubuhnya dibelah dari dada sampai selangkangan dan isi perutnya terburai keluar.
Tidak ketinggalan rahimnya juga ikut dipotong dan dikeluarkan, mukanya hancur karena dikuliti, kelopak mata kanannya dicungkil , hidung dan telinganya hampir putus. Korban tewas kurang 30 minit sebelum ditemukan.
Di TKP , Polisi menemukan sehelai syal/selendang milik sang korban yang berlumuran darah dan didekat-nya terdapat tulisan kapur pada dinding yang berbunyi:
“The Juwes are The men That Will not be Blamed For nothing” (Yahudi adalah pihak yang tidak akan bisa disalahkan tanpa sebab).
Dari sinilah Polisi bisa mengambil kesimpulan , bahwa seorang Yahudi-lah yang ada dibalik kasus pembunuhan berantai legendaris ini.
Sedangkan korban kelima diketahui bernama Mary Jane Kelly . “Ginger”, nama panggilan M.J.Kelly , juga ditemukan dengan kondisi yang sama mengerikannya dengan korban-korban lainnya. Jasadnya ditemukan pada 9 September 1988 , dikamar sewaannya yang berlokasi di Miller’s Court, off Dorset Street, Spitalfields.

Lima Orang korban Keganasan Jack the Ripper

Beberapa dugaan-dugaan tentang sosok Jack the Ripper :
Jack The Ripper diduga memiliki kebencian sekaligus rasa takut terhadap wanita yang mendalam, dan itu juga menjelaskan kenapa dia “berkata” telah membawa pulang “rahim” wanita untuk disimpan (setengahnya “katanya” dia makan dan setengahnya dia kirim ke polisi lewat suratnya “The Hell”). Sesuatu yang wanita
punya dan laki2 tidak. Selain itu dia juga membuat korbannya netral (tidak berkelamin) dengan memotong bagian2 tertentu yang membuat korbannya tidak dikenali lagi sebagai wanita. Juga, dia “berkata” telah membawa pulang ginjal dan telinga korbannya.

Mengetahui jika korbannya selalu prostitute, mungkin dia semacam mempunyai dendam pribadi terhadap prostitute. Mungkin dia pernah disakiti/ditinggalkan orang yang begitu disayanginya untuk bekerja sebagai WTS (note: 95% wanita di East End meninggalkan keluarga dan anak-anaknya untuk bekerja sebagai WTS karena ekonomi yang benar-benar parah di tengah-tengah ibukota Inggris. Mungkin ibunya yang ingin dia bunuh?)
Ada juga dugaan kalau pelaku adalah seorang dokter atau setidaknya orang yang mempunyai latar belakang pendidikan kedokteran spesialisasi di bidang operasi bedah karena sayatan2 di tubuh korbannya sangat rapih yang hanya bisa dilakukan menggunakan alat-alat operasi/bedah kedokteran yang membutuhkan keahlian khusus. kemungkinan besar masa lalunya suram. mungkin suram sekali. Dugaan polisi, pelakunya adalah tukang jagal, dokter, atau tukang cukur. Tidak harus dokter asalkan dia punya pengetahuan anatomi tubuh manusia.

Senin, 08 Juni 2009

Misteri Adanya Kehidupan Dibulan

Adakah kehidupan lain diluar bumi?
Meskipun pertanyaan yang sedikit aneh ditelinga kita, tapi coba kita renungkan..berapa banyakkah planet dan galaxy, benda langit lain yang bertebaran diluar sana??…Berapa ribu atau berapa jutakah benda langit di jagad raya ini yang mirip atau lebih dekat sama persis dengan bumi kita, apakah Tuhan hanya menciptakan benda langit yang dapat dihuni oleh makhluk seperti kita ini hanya terdapat dibumi yang kita ketahui selama ini, atau di belahan jagad raya ini juga terdapat suatu kehidupan yang sama persis dengan bumi kita atau mungkin peradaban nya lebih maju dari kita??..makhluk cerdas dari luar bumi yang sampai saat ini tidak pernah surut diperbincangkan oleh banyak ilmuwan…

Bulan.., semuanya pasti kenal dengan benda mungil ini, benda mungil yang slalu kita liat menemani malam malam kita, slalu menampakkan wajah cantikkya menghibur makhluk bumi yang dalam kegelapan dan kesepian, tapi asal tau aja, wajah bulan yang selama ini kita liat hanya separuh dari bagiannya, sedangkan separuhnya lagi kita tidak pernah melihatnya, bagian bulan yang terlihat dari bumi/menghadap bumi itu tidak pernah berubah.

Dalam pencarian jejak kehidupan cerdas di luar Bumi Bulan memang masih penuh dengan misteri. kita belum memahami sisi gelapnya bulan yang tak terlihat itu. Dikatakan, pada sisi gelap bulan itulah berkembang suatu kehidupan cerdas. Nampaknya, para makhluk-makhluk tersebut sangat strategis dalam memilih tempat untuk membangun pusat peradaban mereka disana, karena tidak mudah terpantau dari bumi. Ufology menyebut pangkalan makhluk-makhluk itu sebagai “Luna”. Sejak misi Apollo pertama yang mendarat di bulan (Apollo 11), makhluk-makhluk itu seakan-akan tidak menyukai kedatangan manusia kesana. Itu ditandai dengan selalu munculnya benda-benda terbang misterius yang selalu mengikuti dan seperti menghalangi jalannya pesawat-pesawat ruang angkasa seperti 7 misi Apollo dan beberapa misi Gemini ke Bulan.

Dunia Ufology, mengatakan ada sebuah pangkalan makhluk asing di Bulan yang sangat rahasia.Walaupun masih sebatas spekulasi, tanda-tanda akan hal ini pernah dialami oleh sebagian daripada kita yaitu para Awak Apollo yang mengunjungi bulan. Dari 7 misi Apollo ke Bulan ( Apollo 11 – 17 ), hanya Apollo 13 lah yang mengalami kegagalan akibat terjadinya kebocoran modul servis yang menyebabkan hilangnya persediaan oksigen, air, listrik, dan fungsi mesin. Beruntung para Astronot Apollo 13 semua dapat terselamatkan. Saat mengunjungi bulan, terdapat beberapa kejadian aneh yang dialami oleh para astronot Apollo. Nampaknya ada yang merasa terusik oleh kedatangan mereka kesana, dan itu ditandai dengan munculnya serangkaian kejadian-kejadian aneh dan ganjil pada saat para Astronot mendekati satelit alami bumi itu. Benarkah ada suatu pangkalan kehidupan cerdas di bulan yang sangat misterius?

Sebenarnya, kecurigaan-kecurigaan mengenai adanya kehidupan makhluk cerdas di bulan ini sudah dapat teramati fenomenanya oleh manusia di bumi.Laporan banyak berdatangan dari para ahli perbintangan maupun para peminat astronomi dari beberapa negara di seluruh dunia, termasuk dari Indonesia. Dedi Suardi contohnya, tatkala mengamati bulan dengan teleskopnya, pria yang dikenal sebagai seniman, penulis dan peminat serius astonomi ini menyaksikan kejadian aneh di permukaan bulan. Pada saat ia mengamati bulan dengan teropong bintang Calestron Catadiotric yang berdiameter 8 ichi, ia tiba-tiba melihat benda hitam mirip anak panah yang dengan gesitnya hilir mudik dari ujung tanduk bulan ke ujung tanduk yang lain. Lebih fantastis lagi, guna mencapai sisi bulan yang lain, benda aneh itu hanya memerlukan waktu 1/2 detik!!kejadian ini berlangsung satu jam sebelum lenyap dari pandangan teleskop. Munculnya beberapa obyek-obyek misterius di sekitar bulan juga sempat dilaporkan oleh para pakar perbintangan Amerika dan Perancis jauh sebelum misi Apollo dilaksanakan yaitu ditahun-tahun disepanjang 1920 – 1930 an.

Disepanjang era itu, memang kerap muncul laporan dari para ahli perbintangan mengenai munculnya segerombolan benda-benda terbang yang bersinar dan bergerak hilir mudik di sekitar bulan. Bahkan laporan-laporan tersebut sempat menghiasi surat kabar dan jurnal-jurnal disepanjang tahun tersebut.

Obyek Terbang bercahaya yang Berhasil Diabadikan oleh Astronot Apollo 14
apollo14-picture1

Hal yang semakin menggairahkan para peminat astronomi termasuk ufology adalah ketika munculnya laporan mengenai adanya sebuah “jembatan” misterius dipermukaan bulan sepenjang beberapa milyang disaksikan oleh seorang ahli perbintangan terkenal John O’Neill. Pada tanggal 29 Juli 53, ia memang menyaksikan obyek “jembatan” aneh yang memanjang 12 mil di daerah Mare Crisium Bulan. Namun entah mengapa, beberapa hari kemudian jembatan aneh tersebut menghilang. Apakah benar makhluk-makhluk cerdas itu membongkarnya dengan sebab jembatan itu terlalu mencolok sehingga dapat dengan mudah diamati oleh manusia di Bumi?(mengingat letaknya juga tidak pada “dark side” dari bulan itu sendiri) Sementara kesaksian O’Neil tersebut banyak dicemooh oleh para astronom lain, muncullah kesaksian pakar bulan nomor wahid dari Inggris H.P.Walkins, yang menandaskan bahwa ia pun menyaksikan jembatan aneh yang tiba-tiba muncul itu!! Setelah itu, Patrick Moore, anggota British Astronomical Association, juga melihat jembatan di Bulan yang menghubungkan satu gunung dengan gunung lainnya di dataran Mare Crisium/ Sea of Crysis. Yang lebih aneh lagi, 84 tahun sebelum kesaksian O’Neill, Swift dari Matton II, menyaksikan obyek-obyek yang bergerak melintasi bulan pada tanggal 7 Agustus 1869, dua puluh menit sebelum terjadi gerhana matahari total. Bahkan lima tahun sesudahnya, tepatnya pada tahun 1874, Monsieur Lemey, pakar langit dari Perancis, melaporkan bahwa dirinya melihat objek-objek yang jumlahnya sangat banyak, berwarna hitam, berbondong-bondong melintasi permukaan bulan.

Seorang astronomer Jerman bernama J.H. Schroeter, yang hampir sepanjang hidupnya mengabdikan diri pada pembuatan peta Bulan, pada tanggal 26 September, 1788, melihat sebuah sinar cerah keputihan, persis seperti bintang, tiba-tiba berkilauan disekitar puncak-puncak dipermukaan bulan Alps dekat kawah atau kepundan Plato. Sinar itu terus menerus memancar kira-kira lima belas menit untuk kemudian hilang. Terang sinar ini tidak mungkin berasal dari sebuah meteor.

Di Lowell Observatory di Arizona, pada tanggal 30 Oktober, 1963, seorang astronomer lain, John Greenacre menyaksikan sinar merah dipermukaan Bulan. Sinar itu menurut Greenacre amat kuat hingga “mirip dengan batu permata ruby yang besar.”

Baru-baru ini sebuah survey mengenai buku buku dan laporan astronomer membuktikan bahwa telah dibuat 400 laporan mengenai kejadian bulan yang aneh seperti itu dalam suatu periode yang lebih panjang dari 400 tahun. Study cermat ini dilakukan oleh dua orang astronomer terkemuka, Patrick A. Moore dari Armagh Planetarium di Irlandia Utara, dan Barbara M. Middlehurst, dari Lunar Anda Planetary Laboratory, University of Arizona. Faktanya, dari seluruh kejadian misterius di bulan yang berhasil diamati dari bumi ialah cahaya-cahaya aneh dan misterius tersebut berasal dari daerah Mare Crisium,
daerah yang tepat sama dengan munculnya jembatan besar yang dilihat oleh O’Neill dan H.P. Wilkins pada tahun 1950-an. Berlusin-lusin astronomer melihat cahaya-cahaya yang kerap membentuk formasi-formasi geometri ini, seakan-akan ada suatu kecerdasan yang mengendalikannya.

Obyek terbang bercahaya yang berhasil diabadikan Astronot Apollo 15 di Bulan
nasa3a

Lalu, Adakah sinyal-sinyal membingungkan yang telah mereka kirimkan kepada kita untuk menegaskan bahwa mereka benar-benar eksis? Suatu hal yang menarik dari pertanyaan diatas ialah bahwa pada periode tahun 1927 – 1934 , dimana pada saat itu merupakan masa permulaan dari teknologi radio kita. Ada beberapa sinyal-sinyal misterius yang berhasil ditangkap di sekitar bulan. tanda-tanda radio ini berhasil ditangkap oleh beberapa penyelidik radio. Salah satu tanda ini berhasil diterima oleh Marconi Tesla.

Di tahun 1956, kembali diterima sinyal-sinyal misterius yang diterima oleh para astronom di Ohio University. Sinyal-sinyal membingungkan ini dikatakan dikirimkan oleh suatu obyek yang bergerak sangat cepat menuju ke Bulan, dan obyek ini berhasil diamati oleh para astronom, baik di Ohio University maupun beberapa astronom Inggris. Tak bisa dimengerti, apa arti dari sinyal-sinyal yang mereka kirimkan kepada kita ini?

Astronot pertama yang melihat UFO ketika sedang mengorbit adalah Mayor Gordon Cooper, selama misi penerbangan mercury 21 orbit dengan Faith 7 (15 Mei, 1963). Ketika sedang melakukan orbit yang keempat dan persis berada diatas Hawaii, ia melaporkan mendengar transmisi suara yang aneh yang dinamakannya “bahasa asing yang tidak dipahami”. Ternyata ,suara itu memotong channel VHF yang khusus ditujukan untuk penerbangan angkasa luar. ‘Suara yang direkam itu ternyata tidak cocok dengan bahasa apapun yang terdapat didunia ini. Akhirnya terbukti bahwa suara itu tidak diucapkan oleh lidah bangsa apapun didunia ini, Akhirnya terbukti bahwa suara itu tidak diucapkan oleh lidah bangsa apapun di dunia ini, tapi di katakan berasal dari lidah yang sama sekali asing bagi dunia kita ini. Walaupun para ahli NASA telah memutar kembali rekaman itu berkali-kali mereka tetap tidak bisa menganalisa-nya, demikian menurut salah satu sumber yang bisa dipercaya.

ufoball

Kemudian, hampir sebagian besar Astronot Apollo maupun Gemini melihat UFO pada saat memasuki orbit Bulan. Para Astronot Apollo selalu diikuti UFO pada saat perjalanan menuju bulan. Bahkan, ada foto-foto yang membuktikan hal ini semua, terutama foto sebuah UFO yang berhasil diabadikan oleh para astronot Apollo 14 dan 16. Beberapa foto juga memperlihatkan adanya benda-benda terbang misterius yang melayang-layang diatas para astronot di permukaan bulan.

Pada penerbangan Gemini 9 lebih mencenangkan lagi. Pernyataan yang dikeluarkan oleh NASA menyebutkan terjadi guncangan pada tubuh pesawat yang disebabkan oleh benturan obyek terbang berbentuk cakram.Tak hanya itu, bahkan pada misi sebelumnya Juni 1965, Mayor James McDivitt, dan pejalan diangkasa luar pertama, Mayor Edward White melihat dan memotret sebuah benda bercahaya berbentuk seperti telur yang mendekati kapsul Gemini 4 yang sedang diorbitkan. Para astronot menyaksikannya, namun tak mengerti sebenarnya benda apakah itu?

Misi Apollo 11 ke bulan juga ditandai dengan sambutan yang kurang bersahabat. Pada saat pesawat mendekati bulan, para astronot mendengar suara-suara radio aneh yang berbaur dengan siaran radio luar angkasa. Bahkan Mission Control dibuat bingung oleh hal ini.Suatu laporan yang tidak terkonfirmasi menyebutkan bahwa pada waktu Buzz Aldrin membuka pintu setelah Apollo 11 mendarat di bulan, ia melihat makhluk transparan yang sedang memandangnya dari luar pesawat. Bahkan, ada suatu laporan dari anggota angakasa luar NASA, Otto Binder yang mengisahkan mengenai munculnya sebuah UFO di atas permukaan bulan. Aldrin dan Amstrong menyaksikannya. Binder melanjutkan kisahnya dengan laporan yang mengejutkan dan hampir tidak bisa dipercaya ini : “Agaknya ketika kedua astronaut Aldrin dan Armstrong sedang berputar beberapa jauh dari LEM, Armstrong mencengkam lengan Aldrin dengan bersemangat dan berseru : “Apa ini? Ya ampun, apa ini? Itulah yang ingin kuketahui.”

Pada misi Apollo 11, umat manusia di bumi yang diwakilkan oleh beberapa Astronot Apollo 11 dan Presiden Amerika Serikat saat itu Richard Nixon, telah menyapa para penghuni bulan (apabila memang benar ada) dengan salam hangat dan penuh kedamaian. Hal itu dilakukan oleh Niel Amstrong dan Buzz Aldrin yang menancapkan plakat yang telah ditanda tangani oleh mereka bertiga, bertuliskan demikian : ” Here man from Planet Earth First Set Foot Upon the Moon. July 1969 A.D. We Came in Peace for All Mankind ” Itulah pesan dan salam yang kita tinggalkan kepada para penghuni bulan dan para penjelajah luar angkasa lainnya, agar kita dapat menandakan bahwa manusia bumi pernah mengunjungi bulan, kita datang dengan damai bagi mereka. Namun sepertinya para penghuni bulan belum sepenuhnya yakin akan pesan ini mengingat misi Apollo selanjutnya, mereka selalu mencurigai kedatangan kita kesana. Apakah mereka merasa terancam dan takut apabila manusia bumi membangun pusat penelitian dan menguasai tempat mereka tinggal?Memandang bahwa di bulan terdapat suatu basis makhluk cerdas memang bukan tanpa dasar, sebab para astronaut menyaksikan benda-benda aneh itu. Bahkan sebagian besar ilmuwan yang obyektif harus mengakui bahwa terdapat kejadian yang tidak bisa diterangkan berlangsung di atas permukaan Bulan dan sekitarnya.

Bukti-bukti lain mengenai adanya sesuatu yang tak biasa di permukaan bulan adalah mengenai beberapa foto satelit yang berhasil diambil oleh pesawat ruang angkasa milik Amerika (NASA) dan Rusia. Dari beberapa striktur-struktur permukaan bulan yang berhasil diambil, terdapat obyek-obyek/struktur-struktur misterius yang hanya bisa dilihat apabila dilakukan perbesaran beberapa kali. Pesawat Ruang Angkasa Amerika Serikat, RANGER II yang mengabadikan lebih dari 200 lembar foto di permukaan bulan juga sempat menangkap gambar beberapa obyek terbang misterius yang melayang di sekitar kawah bulan.

Pada Misi Apollo 12 ternyata tidak lebih baik. Roket Saturnus yang besar mengangkut tiga astronaut Charles “Pete” Conrad, Dick Gordon dan Allan Bean, ke Bulan pada hari Jumat 14 Nopember, 1969, ternyata juga mengalami kejadian yang aneh. Waktu Apollo 12 baru saja berada pada ketinggian satu mil setengah di atas Bumi, ada suatu cahaya kilat yang menyerang secara tiba-tiba. Kejadian itu mengakibatkan semua peralatan listrik pesawat angkasa luar itu terhenti, meninggalkan baris demi baris ombak sirkuit besar yang tiba-tiba terbuka yang memancarkan nyala hijau terang. Overloading menyebabkan peralatan fungsional lainnya tidak bekerja, semua sistim macet. Secara otomatis, sistim sel bahan bakar pesawat itu tiba-tiba terputus.
Untuk sejenak, seakan-akan semuanya akan musnah, tapi para astronaut tetap tenang dan kira-kira tiga menit kemudian semua kekuatan dan sistim pesawat pulih kembali. Dari mana asal datangnya kilat yang menyerang itu tetap menjadi misteri bagi para ahli angkasa luar kita.


Asal Mula Zombie

Zombie sebenarnya berasal dan muncul dari pulau Haiti di Karibia. Mereka adalah orang2 yang hampir mati, lalu dihidupkan kembali dari tubuh yang hampir mati tsb oleh para pendeta/dukun Voodoo (semacam ilmu ghaib/supranaturalnya suku-suku indian, tentunya ini pakai mantera-mantera). Mereka biasanya digunakan sebagai budak selama sisa2 hidup mereka yang sangat meyedihkan. Seperti halnya manusia, zombie pun dapat bergerak, makan, mendengar, dan berbicara, namun mereka tidak memiliki ingatan dan wawasan tentang kondisi mereka.

Legenda tentang zombie telah beredar selama berabad-abad, namun baru pada tahun 1980 sebuah kasus baru didokumentasikan. Cerita ini dimulai pada thn 1962 di Haiti. Seorang pria yang bernama Clairivius Narcisse dijual kepada salah satu Dukun Voodoo oleh saudara laki2-nya, karena Clairvius menolak menjual bagian warisannya berupa tanah keluarga. Segera saja Clairvius dibuat meninggal dan dikuburkan. Namun, sebenarnya ia tidak benar2 mati, namun malah dijadikan zombie dan diperkejakan di perkebunan tebu bersama para pekerja zombie lainnya. Pada thn 1964, setelah pemilik zombie tsb meninggal, para zombie2 itu akhirnya menyebar dan mengembara melintasi pulau dalam keadaan “linglung” selama kurang lebih 16 tahun lamanya sebelum mereka2 ini ditangkap.

Dr.Wade Davis, seorang ahli etnobiologi dari Harvard University, memutuskan pergi Ke Haiti untuk meneliti kebenaran cerita tsb dan ketika tiba disana ia benar2 menemui beberapa dukun2 voodoo yang mempraktekkan cara pemuatan zombi. Intinya, buatlah mereka “mati” dan buatlah mereka “gila”, sehingga pikiran mereka dapat ditundukkan. Seringkali dukun2 tsb secara diam2 memberikan semacam obat2-an utk mencapai hal ini. Cara membuat mereka mati tidak seperti yang kita bayangkan, misalnya dibacok pakai celurit, atau dipukul pake benda tumpul ,dsb. Namun dengan cara yang cukup unik, yaitu dengan campuran kulit katak yang biasa disebut “bufo bufo bufo” dan ikan puffer (jadi intinya mereka ini tidak benar-benar mati, alias nyawanya masih ada). Campuran ini dapat ditambahkan pada makanan, atau dioleskan pada kulit, terutama pada kulit yang lembut dan tidak rusak dibagian dalam lengan dekat siku. Kemudian setelah beberapa menit, para korban akan “terlihat” seperti mati, dengan napas dan detak jantung yang sangat lambat dan lemah. Nah kalau sudah begitu, maka orang2 yang melihatnya mengira ia telah mati dan segera dikuburkan. Tapi ingat, mereka ini belum benar2 mati, mungkin hanya dukun2 yang menyebabkan mereka seperti itulah yang benar2 mengetahui kondisi sebenarnya.

Kemudian, setelah ia dikubur oleh keluarganya, para dukun harus menunggu terlebih dahulu selama kira2 beberpa jam untuk menggali dan kemudian mengambil jasadnya (tapi jangan terlalu lama karena mereka bisa mati beneran karena sesak napas didalam sana). Lalu bagaimana cara membuat mereka “gila”?, yaitu dengan memaksa mereka memakan sejenis pasta yang terbuat dari datura (rumput jimsons). Karena datura ini sifatnya memutus hubungan pikiran dengan realitas, dan kemudian menghancurkan seluruh ingatan yang ada.Setelah mengkonsumsi itu mereka akan kebingungan, tidak tahu ini hari apa, dimana mereka berada, bahkan dirinya sendiri ia tidak tahu. Nah, sekarang zombie yang telah berada dalam kondisi semipermanen menjadi gila, dijual ke perkebunan tebu sebagai budak pekerja. Mereka diberi datura lagi jika perasaan mereka terlihat mulai pulih. Jadi intinya, zombie yang sebenarnya itu bukan seperti yang digambarkan ddidalam game maupun film2 yang umumnya telah benar2 mati kaya vampire2 china yang bisa bangkit kembali, berjalan , lalu kemudian dapat bergerak menyerang manusia. Hal itu salah besar, zombie yang sebenarnya adalah seperti yang aku ceritakan diatas tadi.

Lalu bagaimana analisis Kimia-nya dari Pembuatan Zombie itu?

Para dukun2 voodoo menggunakan kulit katak bufo dan ikan pufer untuk membuat seseorang menjadi zombie. Kulit katak jenis “bufo bufo bufo” itu sangat berbahaya ,terdapat beberapa kandungan kimia yang bersifat racun mematikan didalamnya,yaitu biogenetik amina, bufogenin, dan bufotoksin. Sedangan ikan puffer dikenal di Jepang dengan nama Fugo. Racunnya disebut “tetrodotoksin”,racun saraf yang mematikan. Efek penghilang rasa sakitnya 160.000 kali lebih kuat daripada kokain. Memakan ikan jenis ini bisa membuat “Keblinger” karena kandungan racunnya. Di Jepang, banyak orang2 yang mati setelah menyantap ikan jenis ini, pada umumnya toksin tsb dengan cepat menurunkan suhu tubuh dan tekanan darah, selain itu dapat menyebabkan orang yang memakannya mengalami koma.

Sedangkan datura adalah sejenis rumput jimson (nama latinnya brugmansia candida), tumbuhan ini mengandung bahan kimia atropin, hyoskiamin dan skopolamin yang apabila dikonsumsi akan menyebabkan kita kehilangan ingatan. Bahkan jika mengkonsumsinya telalu banyak, kelumpuhan dan kematian akan mendatangi kita. Orang yang memberi bahan kimia diatas haruslah cukup terampil, harus bisa memperkirakan takaran secukupnya pada manusia yang mau dijadikan zombie supaya nantinya tidak mati beneran.

Sumber: www.kaskus.us

Teleskop Prasejarah

Sejarah mencatat bahwa teleskop pertama kali ditemukan oleh Galileo Galilei pada 1609. Namun bukti-bukti peninggalan masa lalu yang berhasil ditelusuri dan diteliti ternyata memberikan gambaran bahwa teleskop sudah ada sejak beribu-ribu tahun sebelumnya.

Pada 1969, Dr. Javier Cabrera Darquea akhirnya berhasil menemukan dan mengumpulkan lebih dari 11.000 batuan berukir berusia lebih dari 60.000.000 tahun yang lalu di sebuah lokasi dekat kota Ica, Peru. Pengumpulan batuan ini dimulai oleh ayahnya, seorang antropolog setempat yang pada awalnya menemukannya pada sebuah pemakaman Inca kuno. Berbagai ukiran batu-batuan tersebut melukiskan perikehidupan manusia yang pernah hidup di planet ini pada masa itu. Diantara ukiran yang tergambar pada batu tersebut adalah manusia yang tengah meneropong ke atas di mana tampak semacam bintang berekor (meteor).

Selain ukiran yang menggambarkan manusia dengan teropongnya, juga ada banyak lainnya yang menggambarkan ketinggian teknologi manusia pada masa itu dalam bidang kedokteran, zoologi, biologi, hukum, geografi, dan lain-lain, termasuk diantaranya kehidupan mereka bersama dinosaurus, brontosaurus dan triceratopus. Kini koleksi batu-batuan ini disimpan di rumah Dr. Javier, Plaza de Armas di kota Ica, Peru. (Ket. Gbr: Dr. Javier di Museum Batuan Plaza de Armas, Ica – Peru)

Disamping penemuan batuan Ica, para arkeolog juga telah melaporkan adanya penemuan-penemuan benda-benda kuno berupa lensa pembesar pada peradaban-peradaban kemudian yang memang terkenal dengan penguasaannya yang tinggi pada astronomi, yaitu bangsa Asiria dan Viking.

Cyberspacenetz © 2008 Template by:
SkinCorner